Rabu, 01 Desember 2010

CERPEN : akhir cinta disty

| Print Cerpen
Posting cerpen by: tyas mawarni
Total cerpen di baca: 0
Total kata dlm cerpen: 1512
Tanggal cerpen diinput: 30 Nov 2010 Jam cerpen diinput: 3:28 PM


12 April 2010 Sudut sepi kembali menyergap, menyergap kapan saja dan dimana saja, bahkan ketika sesuatu yang penting tak pernah aku sadari sebelumnya. Dingin membeku dan hampir merontokkan cintaku yang kini telah meleleh. “adiit …” teriakku untuk kesekian kalinya. Tetap saja ia tak pernah menghiraukanku atau bahkan tak sedikitpun, mendengar ucapanku. Ia tetap meneruskan jalannya yang 2* lebih cepat dariku. Sakit rasanya. *** 26 April 2010 2 minggu aku terus menunggu pesan dari Adit, aku berharap ia dapat mengerti. Dan akhirnya (ku kan setia menjagamu bersama dirimuu, dirimuu) nada itu mengalun, dan penantianku selama ini akhirnya pupus setelah adit berpesan Semuanya telah berakhir dis, Entah kapan kita bisa bertemu lagi Besok aku akan pergi ke Bangkok menyusul ayah dan kak Rey. Terima kasih untuk semuanya Dis, Setelah membaca itu aku benar-benar terpukul, Karena semua yang aku harapkan, yaitu bisa selalu bergelayut mesra di lenganmu raib sudah. Entah kapan aku akan sanggup menghapus jejakmu… 2 Mei 2010 Hujan turun disertai hentakkan keras sang kilat mega hingga menginjakkan kakinya di bumi. Disty, masih saja melihat tetesan hujan sambil melihat wajahnya di pantulan jendela kamarnya. Warna tumbuhan yang hijau ia rasakan begitu damai. “andai saja Adit disini” jawab Disty, ucapannya begitu pelan dan disertai nada panjang, membuat jendela sedikit beruap. Disty menulis di uap itu, Adit & Disty dan membiarkannya menghilang. Pagi yang indah, tapi tak seindah ketika aku bersama Adit, aku memang tak kenal lama dengan Adit, meskipun dia kekasih Dina sahabatku, tapi hati ini tak bisa berbohong dan mencoba menghilang dengan mudah bagai membalikkan telapak tangan. “aku tau, lo marah ama gw dit, ini memang gila” seruku sambil duduk di sofa sebelah tempat tidurku seraya memeluk dua kakiku yang terlipat. Terdengar suara yang muncul semakin dekat “dis, ada Dina tuh.” Teriak mama dari luar kamar, sambil membuka pintu “oh iya !!!” jawabku sambil keluar dan menemui Dina. Dina maafkan aku, mungkin ini gila dan cukup tragis, aku tahu kamu sayang sama Adit, aku juga tahu itu tapi memang ini jalan terakhir, aku akan mencoba lupakan adit.. “eh, dina . .” sapaku sambil ambil posisi disebelahnya. “jalan yuk, ke kafe biasa, temenin gw yah !!” pinta dina sambil sedikit berbisik. “iya, bentar ya. Ganti baju dulu” jawabku sambil sedikit berjalan ke tangga. “iya” akhir dina. Suara lagu klasik setia menemani keberadaan dua sahabat yang dari SMP berteman ini. Disty yang punya sifat ceria, pintar, dan cantik. Sedangkan Dina yang punya sifat pendiam, baik hati, dan manis. Mereka berdua juga berurutan dalam absen dan selalu Dina baru Disty, banyak hal yang telah mereka lalui. Sekarang mereka pun SMA di tempat yang sama yaitu SMA Bhakti Bulan, gak jauh dari rumah dina. “gw heran sama sikap Adit, yang tambah perhatian” “wah bagus dong !” jawabku meskipun perih dan ternyata Adit memang tak pernah menghiraukanku. “iya, nih liat video aku pas ulang tahun dia. Romantis kan ?” sambil memperlihatkan video yang benar-benar membuat hati sakit dan terpukul. Selama Disty suka sama Adit, kemesraan yang diperlihatkan Adit semakin gencar, jelas ! penolakan secara tak langsung membuat hati perih dan Disty harus pintar-pintar menutupi perasaannya, dan sebagai sahabat karib ia harus ikut senang juga melihat sahabatnya itu. Ukh, akhirnya selesai… Ya tuhan, kenapa aku suka sama Adit ? pacar sahabatku sendiri ? Ya tuhan, aku ini bersalah… Doaku secara tak langsung ketika pertemuan itu selesai, Aku kembali duduk di Sofa kembali memeluk kakiku yang terlipat Sejenak aku diam dan menutup jendela karena malam telah semakin surut. 3 mei 2010 Pagi menjelang, matahari telah muncul dan duduk manis di langit yang biru dan udara yang cukup bersahabat. Untuk udara sekelas kota Bandung yang dinginnya bisa menusuk tulang, apalagi aku tinggal di hampir lereng gunung. Aku mencoba mengingat, Kenapa Adit lagi Adit lagi ? selalu ada bayangan adit yang benar nyata terlintas difikiranku, Tadi pagi aku sarapan, dan aku terbayang ketika Adit bilang “makan yang banyak yah…” Terus baru saja aku mengulas wajahku dengan bedak, aku terfikir kala Adit bilang “udah cantik ko !!” “akkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhh” teriakku dalam hati sambil mengusutkan rambutku. Aku baru sadar, besok ulang tahun Dina yang ke 17, wah sweet seventeen pasti adit datang. “Disty inget, Adit hanya punya Dina, sahabat lo !!!” seruku sambil pergi sekolah. *** Bel berbunyi, namun Disty masih saja duduk di kelas sambil melihat Kartu undangan yang diberi Dina tadi saat istirahat. Waktu menunjukkan pukul 14.52 , tapi Disty tetap tak bergeming dari tempat duduk yang memang paling sudut depan meja guru. Ketika ia sadar waktu telah menelannya jauh lebih dalam ke dalam lamunan kosong, ia lihat jam dinding di belakangnya. “hah udah jam 3 sore !!” seru Disty, Tiba-tiba muncul kembali bayangan Adit yang duduk bersilangan dengannya tepat di sudut paling belakang sebelah kanannya ketika ia menoleh tadi. “mau terus duduk disitu, bukannya kamu pernah bilang kelas kamu angker ya, apalagi tempat yang aku dudukin sekarang ?” sambil tersenyum Adit, menatapku. Tapi saat aku mengedip, bayangannya hilang. Aku segera lari meninggalkan kelas, dan lari di koridor yang terasa tak ada ujungnya. 4 mei 2010 Hari ini hari yang special buat sahabatku, karena di umur yang sudah 17 ini umur yang menjadi pintu segalanya, bisa punya KTP dan SIM jadi kalo Dina antar aku ke Toko Buku kita gak usah menghindar dari kejaran Pak Toto, Polisi lalu lintas yang selalu nge.gap aku dan Dina karena gak punya SIM dan KTP. Umur 17 yang kata orangtua baru boleh pacaran, dan bisa nonton film dewasa yang terbatas umur di umur 17, Disty telah takut melalui hari ini, ingin sekali Disty meminta pada tuhan untuk loncat ke tanggal 5. Tapi mau gak mau Disty harus siap dengan segalanya dan ketemu dengan Adit. Disty datang lebih awal dari undangan yang meminta para tamu undangan datang pukul 10.00. Sedangkan Disty datang 1 jam sebelumnya. Dengan dibalut baju dress panjang selutut, highheels berpita berwarna jeruk, rambut yang di gelung dengan tusuk konde setengah dari rambutnya, dan lipgloss pink membuat Disty cantik, lain dari biasanya yang apa adanya. Meskipun selalu paling cantik, tetap saja selalu Dina yang mendapatkan segalanya. Semua cowok yang Disty suka, selalu lebih suka ke Dina. “eh, dis, kok kamu dateng jam segini ?” tanya Dina, dengan baju tidur yang baru akan dirias. “aku ada urusan, jadi harus datang lebih awal. Happy birthday ya My Bestfriend” sulit sekali Disty mengucapkan Bestfriend, dalam fikirannya apakah dia masih layak dipanggil sahabat ? “oh, iya. Ngga makan dulu ?” tanya Dina, sambil menuntun Disty duduk di meja yang dipenuhi minuman, dan kue. “aku ke Florist dulu ya, katanya ada pembukaan cabang lagi” pinta Disty. “dasar mama kamu, pinter banget kalo soal bunga” akhir Dina. Waktu menunjukkan pukul 10.30, Aku kembali datang dengan sepuket bunga Lili kuning kesukaan Dina. Aku mempercepat langkah, tapi tertahan dari balik pintu dan mencoba melihat hal ini untuk kesekian kalinya. Satu tetes air mataku tumpah ketika hati ini benar-benar sakit, beberapa tetes lagi air mataku tumpah lebih banyak, aku mencoba menahan, tapi terlalu sering aku menahannya. Menahan ketika Adit, kirim sms “AKU HANYA CINTA KAMU” ke ponsel Dina, tepat ketika aku menyatakan cinta ke Adit. Menahan ketika Adit mencium kening Dina dihadapanku. Puket itu jatuh seketika, aku segera meninggalkan halaman rumah Dina dan mengundurkan niat untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Aku pergi ke tempat yang paling indah, diatas gedung ayah. Disana aku bisa nangis, dan teriak tanpa terusik siapa pun. “Tuhan jelaskan kenapa aku terlalu cinta sama pacar sahabatku sendiri, ini jelas salah dan terlalu ganjil. Aku gak bisa lihat Adit untuk kesekian kalinya mencium kening Dina seperti tadi. Aku rela 1000 cowok yang aku suka lebih suka sama Dina, tapi tolong lepaskan Adit untuk aku…” “sebenarnya aku cape selalu jadi tokoh dibalik layar Dina, Dina selalu dapat pujian dari para lelaki yang aku suka, banyak yang bilang Dina lebih manis daripada aku. Tapi gak apa-apa aku rela, aku turut senang kalo sahabat aku senang. Sudah cukup pengorbanan aku ?” tanyaku dengan menatap ke bawah gedung. Tak lama ketika Disty berkata seperti itu, Adit dan Dina datang. Mereka melihat Disty jauh lebih nekat, entah kenapa dia berani duduk dipinggir gedung. Dina menganggap Disty mau bunuh diri, namun ketika Adit mengulurkan tangannya Disty terpeleset dan kalian pasti dapat menyimpulkan sendiri. Disty jatuh dari gedung setinggi 102 m. Entah takdir atau memang Disty dapat duga, ia sempat merekam suara terakhirnya yang bicara “hai Adit, hai Dina !!, sahabat baikku dari dulu. Maafkan aku ya Dina, aku sebenarnya mencintai Adit. Tapi aku harus melupakan Adit, karena aku tahu Adit gak akan pernah jadi milik aku. Aku juga bingung kenapa dari sekian banyak lelaki Adit lah yang aku suka, tapi aku akan coba lupakan rasa ini meski perih banget. Kamu akan selalu jadi sahabat aku, kapanpun din, sampai mati din, dan Adit, jagain sahabat aku ya saat aku gak ada disisinya. Meskipun cinta aku sama kamu dalem banget tapi aku akan simpan itu sebagai kenangan indah meski berakhir sulit. Dah” 3 bulan setelah kepergian disty, Dina menjadi pendiam dan stress berat, sampai harus di rawat di RSJ. Adit pun masih terus dihantui rasa bersalah. Dan sekarang Disty telah damai di tempat yang gak akan membuatnya menangis lagi.

Rabu, 24 November 2010

Akukah yang tidak memahami
Erti kata kiasan
Yang telah kau ungkapkan
Lewat sebuah pesanan
Juga maksud erti sindiran
Yang cuba kau sampaikan
Melalui sejenak panggilan

Akukah yang masih tidak faham
Apa yang telah kau katakan
Hadirmu di daerahku ini cuma persinggahan
Yang bakal kau tinggalkan
Untuk menuju sebuah pelabuhan

Akukah yang tidak mahu faham
Langsungnya sebuah perbicaraan
Maksud sebenar telah kau ungkapkan
Bahwa aku hanya mawar pinggiran
Yang warnanya keusangan

Bukan aku tidak faham
Segala bait-bait pertuturan
Tapi aku kebingungan
Dan aku perlukan penjelasan
Untuk apa maksud dan tujuan
Aku kau jadikan boneka mainan

Kini aku sudah faham
Bahawa aku cuma pelepas kesepian
Yang sedang bertandang
Kerna kau telah ditinggalkan
Malah kini aku benar-benar faham
Setelah aku pula kau biarkan
Terkapar-kapar tanpa pesan
Berbalaslah seuntai dendam
Yang sekian lama kau pendam
Dalam segunung perasaan
Lalu menjadi letusan
Dan aku kau jadikan bahan
Mangsa keadaan

mum.jpg

bEnar kata mereka....
hidup ini bukan bolEh dijangka..
sEgalanya harus diambil kira..
sEnantiasa ada yang berbEza
diantara kEhEndak dan citarasa

bEnar jugak kata mereka...
sEmua hubungan ada risikonya
tiada jaminan sElamat kE akhiranya
jalan bErliku lurus akan membawa
kEarah jaya atau sEbaliknya

bEnar kata mereka..
kita punya hati nan satu
sEndiri yang mEncorak arah tuju
antara bahagia atau buntu
atau sEdih dan sEndu

bEnar katamu mereka..
siapa antara kita tidak mahu disaluti bahagia
lEbih lagi dEngan yang mampu mEmimpin kita
yang mampu mEmpErjuangkan hak nya
tak kira sEnang dan susah bErsama
yang mampu mEmbimbing diakhirat dan dunia
yang mEnyayangi sEtulusnya dan..
yang sEbEnar-bEnar lElaki bukan bErtopEngkan. .lElaki..
Posted by _dhian_ at 7:44 AM
(blogQuw)

cinta sejati

December 6, 2008
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata,
tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu,
kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri
dan suatu saat kamu akan menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi
atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu
ketika kamu berkata, ”Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”

Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu,
dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”

Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang paling menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri

Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana
(blogQuw)
Duhai cinta
yang apinya membakar laksana keringkan lautan
yang dinginnya membeku laksana padamkan matahari
yang rindunya mendalam laksana tenggelamkan Himalaya
Kini singgah di Hatiku
menggurita dan mencengkeram
coba membuatnya remuk redam
pecah dan berceceran
lalu beterbangan bak serpihan-serpihan
jiwa tak berdaya
Duhai cinta jangan begitu
Ini duniaku bukan duniamu
Akulah yang pegang kendali dan
bukan dirimu
Sebesar apapun dirimu
pasti lebih besar jiwaku
Sesuci apapun dirimu
pasti lebih suci firman Ilahi
Cinta jangan ragu tunduk dan mengabdi padaku
karena jalan cinta tak selalu suci
sedang aku akan membimbingmu ke jalan Ilahi
yang suci dan lebih indah dari sekedar cinta (undil-09)
Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri

Jumat, 19 November 2010

Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta pertama itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman

Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu kecuali sementara waktu saja

Kutinggalkan yang lain sejak kukenal kekasih sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah meninggalkan kekasih

Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain, terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah hubungan ini jika engkau mau
putuskanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa jika engkau lenyap dari pandanganku

jika engkau hilang dari pandanganku maka pikiran selalu melayang mengingatmu
jika impian tidak mengunjungiku
maka hati ini akan mengunjungimu
jiwaku adalah lisan yang menggambarkan tentang cintamu
jiwaku adalah hati dan engkaulah yang menyebarkan isi hati

jiwa ini mati karena penyakitnya
namun ia menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang yang menjenguknya
betapa pilu arwah ini mengadukan cintanya
yang ia berikan kepada selain kekasih hati

Wahai orang-orang yang pergi dalam keadaan lalai
sampai kapankah engkau menganggap baik perbuatan keji
sampai kapan dan kapan engkau tidak takut datangnya hari itu
yaitu hari ketika Allah membuat bicara seluruh anggota badan
sungguh aneh, padahal engkau orang yang dapat melihat
bagaimana mungkin engkau tersesat dari jalan yang terang

Kami berlepas diri kepada Allah
dari orang-orang yang terkena virus musik dan nyanyian
berapa kali aku katakan wahai manusia
kalian berada di tepi jurang kehancuran
namun mereka justru mencela kami
mereka terus larut dalam kesesatan mereka itu
sementara kami kembali kepada Allah meniti jalan yang lurus
kami menjalani hidup di bawah naungan sunnah rasulullah
sementara mereka mati dalam keadaan bersenandung ria

(Dari terjemahan Kitab Kasyful Ghita’ ‘An Hukmi Samaa’il Ghina’)